SPs Adakan Penyuluhan Penanganan Pasca Panen Tanaman Kayu Putih dan Penyusunan SOP Produksi Minyak Kayu Putih di KHDTK Getas

Tim Pengabdian Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM bekerjasama dengan Fakultas Farmasi UGM mengadakan kegiatan Penyuluhan dan Workshop Penanganan Pasca Panen dan Penyusunan Prosedur Operasional Standar Produksi Minyak Kayu Putih KHDTK Getas untuk warga dan pemilik usaha pengolahan minyak kayu putih di sekitar KHDTK Getas. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2023 di Desa Pitu, Ngawi, Jawa Timur.

Menurut ketua Tim Pengabdian, Dr. Apt. Hilda Ismail, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk lebih meningkatkan produksi produk minyak kayu putih yang telah dihasilkan oleh masyarakat di sekitar KHDTK Getas. Dari hasil penelitian terhadap sampel minyak kayu putih dari kunjungan sebelumnya, diperoleh hasil bahwa produk penyulingan merupakan minyak kayu putih dengan kualitas yang sudah sangat baik, namun dengan efisiensi penyulingan yang masih rendah dan dapat ditingkatkan. 

Sehingga dalam kegiatan tersebut diberikan penyuluhan mengenai faktor-faktor dan strategi untuk meningkatkan efisiensi penyulingan minyak kayu putih, termasuk didalamnya adalah  strategi penanganan pasca panen. Selain itu, dengan mempertimbangkan perlunya mempertahankan kualitas minyak kayu putih yang dihasilkan maka dilakukan pula workshop penyusunan Prosedur Standar Operasional (SOP) sebagai dokumen untuk menjamin kualitas produk minyak kayu putih yang dihasilkan.


Kegiatan penyuluhan dan workshop tersebut dilakukan oleh Sekolah Pascasarjana bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat sejalan dengan SDGs point 17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Selain itu, kegiatan penyuluhan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas minyak kayu putih yang dihasilkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitar industri minyak kayu putih sesuai dengan SDGs point ke 11 yaitu kota dan komunitas yang berkelanjutan.

Para peserta yang merupakan petani dan produsen minyak kayu putih menyambut baik kegiatan pengabdian oleh Sekolah Pascasarjana bersama Fakultas Farmasi UGM ini,  dan berharap setelah workshop ini bisa mempraktikkan ilmu yang sudah diberikan. Sehingga pada akhirnya akan menghasilkan minyak kayu putih yang berkualitas dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Kegiatan ini melibatkan pula dosen-dosen Fakultas Farmasi UGM, yaitu  Dr. rer. nat Apt. .Yosi Bayumurti, Dr. Apt. Andayana Puspitasari, Dr. Apt. Navista Octa S. U., dan Dr. Cintya Nurul Apsari.

Kegiatan ini mendukung implementasi SDGs nomor 15 tentang Life on Land terkait dengan Agriculture (SPs/Surono/arni).