Pendidikan Pascasarjana di UGM khususnya untuk program doktor telah dikembangkan sejak tahun 1950. Sedangkan untuk program magister dikembangkan mulai tahun 1980 setelah pemerintah menetapkan stratafikasi jenjang perguruan tinggi yang meliputi jenjang S1, S2, dan S3.

Pada awalnya harus kita akui bahwa minat masyarakat untuk menempuh jenjang pendidikan pada program S2 (magister) dan program S3 (doktor) masih sangat kurang. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan semakin ketatnya persaingan dalam era globalisasi menjadikan minat masyarakat untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi semakin meningkat. Bahkan saat ini ada sebagian masyarakat yang memandang bahwa dengan lulus S1 (sarjana) belumlah cukup. Oleh karena itu tidak mengherankan apabila jumlah calon mahasiswa S2 dan S3 dari tahun ke tahun semakin meningkat. Gairah masyarakat umum dalam merespon program S2 dan S3 ini ternyata juga diikuti oleh lembaga-lembaga baik pemerintah maupun swasta, seperti Pemerintah Daerah (Pemda), BUMN, BUMD, LSM, perusahaan-perusahaan swasta dan sebagainya. Mereka menyadari bahwa memiliki sumberdaya manusia yang berkualitas merupakan salah satu cara untuk optimalisasi lembaga.

Pascasarjana UGM patut berbangga karena memiliki lebih dari 259 Guru Besar dan 767 Doktor lulusan dalam dan luar negeri dari berbagai disiplin ilmu yang mampu memenuhi keinginan masyarakat untuk meningkatkan kemampuannya melalui pendidikan dan pengajaran serta penelitian yang dikembangkan dalam program S2 dan S3 multidisiplin.

Visi:

Menjadi Sekolah Pascasarjana bertaraf internasional yang unggul dan terkemuka, berorientasi pada kepentingan bangsa berdasarkan Pancasila.

Misi:

  • Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki prestise dan daya saing internasional pada jenjang pascasarjana pada bidang multidisiplin
  • Mengembangkan Sekolah Pascasarjana menjadi lembaga yang memiliki kapasitas kelembagaan yang handal, baik dari segi infrastruktur, sumberdaya manusia, tata kelola, maupun Corporate Culture
  • Memperluas jaringan alumni dan kerjasama dalam peningkatan kualitas infrastruktur dan kemampuan pembiayaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.


Fasilitas Pendidikan

  • Gedung yang cukup representatif. Gedung ini biasa disebut "Gedung Lengkung" karena bentuknya yang melengkung .
  • Ruang kuliah ber AC yang dilengkapi dengan LCD dan jaringan internet.
  • Ruang seminar ber AC dan dilengkapi LCD, berkapasitas 225 orang.
  • Halaman Gedung Lengkung yang nyaman untuk belajar kelompok.
  • Perpustakaan Pascasarjana
  • English Corner Program, suatu program yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin memfasihkan kemampuannya untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
  • Pusat Pelatihan Bahasa, sebagai tempat yang dapat digunakan mahasiswa untuk peningkatan kemampuan Bahasa Inggris, TOEFL Like Test, Institutional TOEFL Test atau International TOEFL Test.
  • WI-FI Area sebagai fasilitas internet gratis.
  • Laboratorium Komputer.
  • Organisasi kemahasiswaan yang dikenal dengan nama HMP (Himpunan Mahasiswa Pascasarjana), dan organisasi lainnya HIMMPAS, Koperasi Mahasiswa dan lain-lain.
  • Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta.
  • Rumah Sakit Gigi dan Mulut Prof. Soedomo.
  • Bank BNI, Bank Mandiri, Kantor Pos Kampus.
  • Pusat Penerbitan Universitas.
  • Lingkungan Kampus yang dilalui jalur Bus Kota.
  • Mushala At-Taqwa Sekolah Pascasarjana yang berada di atas kolam.
  • Kantin dengan berbagai menu dan harga terjangkau.
  • Tempat parkir yang teduh dan luas.
  • GS Book Store bagi mahasiswa.

Alasan Memilih Sekolah Pascasarjana UGM

  • UGM sebagai perguruan tinggi tertua di Indonesia yang selalu mengedepankan mutu.
  • Tersedianya tenaga pengajar yang berkualitas dan merupakan lulusan perguruan tinggi ternama di luar negeri.
  • Kemampuan UGM memberikan warna pada masalah-masalah kebangsaan.
  • Tersedianya berbagai beasiswa, seperti Beasiswa Sekolah Pascasarjana, BPPS (Beasiswa Pendidikan Pascasarjana), SPIS (Ford Foundation), STUNED, World Islamic Call Society, Master Chin Kung Scholarship, Bappenas, Deplu, Depdagri, dll.
  • UGM dipandang mampu memberikan jalan menuju pergaulan dunia, yaitu melalui kerjasama-kerjasama yang telah dikembangkan UGM dengan berbagai perguruan tinggi atau lembaga-lembaga di luar negeri.
  • Lokasi SPs UGM yang berada di tengah Kota Pelajar.
  • Biaya pendidikan dan biaya hidup di Kota Yogyakarta yang relatif lebih murah dibandingkan dengan di tempat lain. Sebagai informasi bahwa biaya hidup di kota Yogyakarta berkisar antara satu juta rupiah sampai dengan satu setengah juta rupiah per bulan.

Sekolah Pascasarjana UGM

Jl. Teknika Utara, Pogung, Sleman, Yogyakarta, 55281
(0274) 544975, 555881, 564239
Email : sps@ugm.ac.id